Categories
Pendidikan

Idealisme dan Aliran Lainnya dalam Karya Sastra

Idealisme dan Aliran Lainnya dalam Karya Sastra

Idealisme dan Aliran Lainnya dalam Karya Sastra

Aliran dalam karya sastra tidak dapat sepenuhnya “distigmatisasi” oleh seorang penulis. Nasib Alisahbana adalah idealis, tetapi juga romantis, misalnya dalam karyanya, itulah sebabnya ia juga dikenal sebagai idealis romantis. Aliran idealisme meliputi romansa, simbolisme, ekspresionisme, mistisisme, dan surealisme. Namun, aliran materialisme adalah realisme, naturalisme, impresionisme, dan determinisme. Aliran lain yang melihat manusia dengan cara yang unik dikenal sebagai aliran eksistensialisme.

 

Aliran Idealisme

Aliran idealisme adalah aliran filsafat yang menunjukkan bahwa dunia ide, dunia kerinduan, dunia harapan adalah dunia pemikiran manusia terdepan. Dalam dunia sastra, idealisme berarti aliran yang mewakili dunia mimpi, dunia mimpi dan dunia yang tidak dapat diakses tetapi penuh harapan. Ini menggambarkan ideal segala sesuatu yang mewakili dunia kecantikan, kebahagiaan, kedamaian, kebahagiaan, perdamaian, kemakmuran dan lebih banyak harapan, kompatibel dengan kekerasan, kecemasan, kemiskinan, penindasan, ketidakadilan, tuntutan domestik yang tidak menyenangkan. Menyedihkan dan menyakitkan. Nasib penulis Indonesia Alisyahbana, yang dikenal sebagai seorang idealis di novel dan puisinya.

 

Aliran Asmara

Aliran asmara ini menekankan ekspresi emosi sebagai dasar dari proses berpikir penulis, sehingga menyentuh emosi pembaca setelah membaca pernyataannya. Penulis menggunakan bentuk ekspresi yang paling indah dan lengkap untuk menciptakan pemikirannya. Aliran asmara sering dikaitkan dengan masalah cinta, karena masalah cinta muncul secara emosional. Namun, anggapan ini tidak selalu benar.

 

Aliran Simbolisme

Simbolisme adalah genre sastra di mana karakter disajikan sebagai binatang, bukan sebagai tanaman atau benda lain seperti tanaman yang dilambangkan sebagai perilaku manusia. Hewan atau tumbuhan dianggap orang yang dapat bergerak, berbicara, berkomunikasi, berpikir, berpikir, seperti manusia. Keberadaan karya sastra ini dalam bentuk simbolisme sering ditentukan oleh situasi yang tidak sesuai dengan narator atau penulis. Misalnya, dalam masyarakat kuno, di mana kebebasan berekspresi dibatasi oleh etiket moral yang menghubungkan mereka dalam kelompok masyarakat, pandangan dan pemikiran mereka disampaikan melalui peribahasa atau dongeng.

 

Aliran Ekspresionisme

Aliran ekspresionisme adalah aliran dalam seni yang berhubungan dengan aliran internal atau aliran jiwa dan tidak fokus pada peristiwa atau peristiwa nyata. Ekspresi internal tinggi dan meledak-ledak. Ini sering disebut sebagai pernyataan atau sikap penulis. Tren ini pertama kali berkembang di Jerman sebelum Perang Dunia I, penulis Indonesia untuk Presiden Ekspresionis Anwar.

 

Aliran Mistisisme

Mistisisme adalah aliran sastra yang mengacu pada pemikiran mistik berdasarkan kepercayaan pada Satu Tuhan Sejati yang mencakup segala sesuatu di dunia ini. Karya sastra tasawuf ini menyajikan karya yang mencoba untuk bersatu dengan Satu Allah Sejati, Allah Semesta. Pada masa sastra klasik, Raja Ali Haji dikenal sebagai Dua Belas Gurindam yang penuh dengan ajaran mistik. Baru-baru ini, dalam karya sastra yang menunjukkan aliran mistis seperti Abdul Hadi W.M., Danarto dan Rifai Ali.

 

Aliran Surrealisme

Surrealisme adalah aliran literatur yang mengambil keuntungan dari alam bawah sadar Anda, kehidupan impian Anda dan pidato Anda. Semua peristiwa dalam gambar berlangsung secara bersamaan dan bersamaan. Tren ini dipengaruhi oleh Sigmund Freud (1856-1939), seorang psikiater Austria yang dikenal karena psikoanalisisnya pada gejala histeria manusia. Dia berpendapat bahwa gejala histeria traumatis yang dialami seseorang dapat diobati dengan analisis kejiwaan yang dilakukan pada kesadaran pasien daripada hipnosis, seperti yang dilakukan rekannya, Breuer. Menurut Freud, emosi yang mendasarinya adalah seksual. Tindakan manusia dimotivasi oleh hasrat seksual asli, libido. Ia dapat kembali ke keadaan semula dengan memasuki kesadaran manusia.

 

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *